Jumat, 17 Juli 2009

Aku dan Dunia

Kita memang tak pernah berpikir tentang makna kehidupan. Jiwa yang penuh emosi dikekang sepenuhnya oleh kebebasan. Ya...manusia adalah makhluk yang bebas sesungguhnya. Namun, terkadang ia justru terkekang akan kebebasannya itu sendiri. Iblis yang bebas berekspresi adalah bukti ketidakmampuannya menyelami dunia yang fana.

Ah...hidup hanyalah sebuah kehampaan. Kehampaan yang harus terus diisi dengan semangat peradaban. Peradaban memang tak pernah lahir dari ruang hampa. Ia lahir dari pemikiran yang radikal hingga berujung pada pergerakan yang progresif.

Kita memang wayang yang dinamis. Namun kita adalah wayang yang dapat bergerak tanpa bantuan sang dalang. Wayang kehidupan, itulah namanya. Nafsu yang membara selalu terjangkiti virus kemanusiaan. Ujungnya hanyalah dunia yang tak pernah diketahui oleh manusia manapun. Sebab, bumi kita saat ini adalah neraka. Tentu jika kita tidak bergerak.

0 komentar:

Posting Komentar